Monday, April 6, 2020

Liontin Curtina


LIONTIN CURTINA
Oleh Agus Salim

Di sepanjang perjalanan pulang ini, mulutku bungkam. Deana yang duduk di sampingku pun diam. Dari wajahnya terlihat, sepertinya dia masih kesal.

Kembali Pulang


KEMBALI PULANG
Cerpen Agus Salim

Hujan baru saja reda. Sisa gerimisnya menghias malam yang baru saja bersandar. Rasa dingin mulai meraba-raba kulit ariku. Kusruput lagi wedang kopi yang sedari tadi ada di sebelahku, tinggal ampas. Niatku sekedar menghangatkan badan. Tapi tetap saja dingin dan bulu-bulu kulitku pun mulai merinding.

Ketika Kapal Nuh


KETIKA KAPAL NUH

1.
ketika kapal Nuh sempurna
sepenggal firman lalu berkibar
berlayar, menyapa air murka
pada bumi yang bergebar

Lampu Yang Kembali Bersinar


LAMPU YANG KEMBALI BERSINAR
Oleh Agus Salim

Mataku tak hentinya mengusap hamparan plafon itu. Setiap kali melihat fitting lampu, kuamati dengan seksama. Semuanya masih dalam kondisi baik dan lengkap. Kemudian kuhampiri saklar yang menempel ditembok sisi selatan. Clak..clak! Lampu-lampu itu pun menyala kecuali lampu bagian depan. Kuulangi mengotak-atik saklar.

Hanya Serimbun kata




HANYA SERIMBUN KATA

dalam termangu
kusapa langit
kusapa gemulai batang bambu
kusapa kuncup bunga
kusapa rona cinta di ujung senja
kusapa tebing hati
kusapa tepian rasa
kusapa gemerlap surga
dengan hanya serimbun kata 
dalam termangu, kutaburkan
kata tanpa makna
makna tanpa kata
silaukan mata pada bias tanya 

ini hanya serimbun kata 

                            Mojokerto, 28-2-2018