Monday, April 6, 2020

Ketika Kapal Nuh


KETIKA KAPAL NUH

1.
ketika kapal Nuh sempurna
sepenggal firman lalu berkibar
berlayar, menyapa air murka
pada bumi yang bergebar


seekor keledai melangkah lelah
memanggul beban berbadan setan
kata bercambuk segertak amarah
menyandarkan mereka pada buritan

ketika kapal Nuh berlayar
wajah tua melamurkan mata
sedang sapa menyimpan tanya
mengapa setan ikut berlayar

Nuh merangkum sebilah pusaka
dari wajah tua di buritan
bahwa kedengkian adalah bara
yang terusir, karena keserakahan

2.
senja tidak akan berarti
ketika kapal Nuh bersauh
singgah di pelabuhan hati
lalu menebar bisikan serakah

maka jangan biarkan telinga
terjamah tiupan angin buritan
tempat setan berpesta pora
dan menuang air kedengkian

pada buritan kapal Nuh
lubang setan merapal ejaan
tentang dengki dan serakah
bagi jiwa yang belingsatan

kapal Nuh berpahat senja
pada renta papan jiwa
yang berlubang angin buritan
lalu terlena dalam kesesatan

3.
ketika kapal Nuh bertambat
dan air mejawab panggilan
agar senyap pada langit
tawa setan selalu berayunan

seluruh penumpang kapal Nuh
satu-satu berlabuh tanpa luruh
dan tanah berbau kemenyan
dari mantera kenduri kemenangan

bersandar pada serakan mayat
setan kemudian menyulam ayat
tentang dirinya yang terbuang
dan Adam yang telanjang

lalu melambai menyisakan kata:
 __wahai Nuh, maka ingatlah
      jauhi dengki dan serakah__
: dan Nuh berwajah durja

4.
ketika kapal Nuh senyap
dan air sudah lenyap
lesap pada bukit Juudi
kedlaliman apakah kini sepi

gemuruh dengki dan serakah
lalu bersemayam di mana
ataukah kini telah berpindah
bersembunyi di bilik sukma

bercermin pada air bah
lalu telisik setiap aliran
sebab durja wajah Nuh
: setan selalu di buritan

maka untuk menampik sesal
naiklah segera pada kapal
jangan biarkan Kan’an menyerta
bersemayam pada  bahtera jiwa

5
ketika kapal Nuh sunyi
tenggelam dalam seringai ambisi
setan beralih menjadi teman
pada nafas setiap percakapan

serakah dan dengki merumbai
pada hati-hati yang lalai
menjadi jamuan yang menjerat
sehingga lena pada mahzurat


kapal Nuh berpenumpang cinta
naiklah sejenak melepaskan lupa
jangan biarkan jiwa terlena
menaiki kapal nafsumu semata

kapal Nuh menyimpan cerita
simpan segera segala fatwa
agar jiwamu yang sepi
: berkelindan dengan cinta ilahi

Mojokerto, 2018

No comments: