KETIKA KAPAL NUH
1.
ketika kapal Nuh sempurna
sepenggal firman lalu berkibar
berlayar, menyapa air murka
pada bumi yang bergebar
seekor keledai melangkah lelah
memanggul beban berbadan setan
kata bercambuk segertak amarah
menyandarkan mereka pada buritan
ketika kapal Nuh berlayar
wajah tua melamurkan mata
sedang sapa menyimpan tanya
mengapa setan ikut berlayar
Nuh merangkum sebilah pusaka
dari wajah tua di buritan
bahwa kedengkian adalah bara
yang terusir, karena keserakahan
2.
senja tidak akan berarti
ketika kapal Nuh bersauh
singgah di pelabuhan hati
lalu menebar bisikan serakah
maka jangan biarkan telinga
terjamah tiupan angin buritan
tempat setan berpesta pora
dan menuang air kedengkian
pada buritan kapal Nuh
lubang setan merapal ejaan
tentang dengki dan serakah
bagi jiwa yang belingsatan
kapal Nuh berpahat senja
pada renta papan jiwa
yang berlubang angin buritan
lalu terlena dalam kesesatan
3.
ketika kapal Nuh bertambat
dan air mejawab panggilan
agar senyap pada langit
tawa setan selalu berayunan
seluruh penumpang kapal Nuh
satu-satu berlabuh tanpa luruh
dan tanah berbau kemenyan
dari mantera kenduri kemenangan
bersandar pada serakan mayat
setan kemudian menyulam ayat
tentang dirinya yang terbuang
dan Adam yang telanjang
lalu melambai menyisakan kata:
__wahai Nuh,
maka ingatlah
jauhi
dengki dan serakah__
: dan Nuh berwajah durja
4.
ketika kapal Nuh senyap
dan air sudah lenyap
lesap pada bukit Juudi
kedlaliman apakah kini sepi
gemuruh dengki dan serakah
lalu bersemayam di mana
ataukah kini telah berpindah
bersembunyi di bilik sukma
bercermin pada air bah
lalu telisik setiap aliran
sebab durja wajah Nuh
: setan selalu di buritan
maka untuk menampik sesal
naiklah segera pada kapal
jangan biarkan Kan’an menyerta
bersemayam pada
bahtera jiwa
5
ketika kapal Nuh sunyi
tenggelam dalam seringai ambisi
setan beralih menjadi teman
pada nafas setiap percakapan
serakah dan dengki merumbai
pada hati-hati yang lalai
menjadi jamuan yang menjerat
sehingga lena pada mahzurat
kapal Nuh berpenumpang cinta
naiklah sejenak melepaskan lupa
jangan biarkan jiwa terlena
menaiki kapal nafsumu semata
kapal Nuh menyimpan cerita
simpan segera segala fatwa
agar jiwamu yang sepi
: berkelindan dengan cinta ilahi
Mojokerto, 2018
No comments:
Post a Comment