Hujan
baru saja reda. Sisa gerimisnya menghias malam yang baru saja bersandar. Rasa
dingin mulai meraba-raba kulit ariku. Kusruput lagi wedang kopi yang sedari
tadi ada di sebelahku, tinggal ampas. Niatku sekedar menghangatkan badan. Tapi
tetap saja dingin dan bulu-bulu kulitku pun mulai merinding.
Mataku tak
hentinya mengusap hamparan plafon itu. Setiap kali melihat fitting lampu, kuamati dengan seksama. Semuanya masih dalam kondisi
baik dan lengkap. Kemudian kuhampiri saklar yang menempel ditembok sisi
selatan. Clak..clak! Lampu-lampu itu pun menyala kecuali lampu bagian depan.
Kuulangi mengotak-atik saklar.